Manchester United tidak pantang menyerah mendapatkan Messi

Manchester United tidak pantang menyerah mendapatkan Messi
Manchester United tidak pantang menyerah mendapatkan Messi

 

Manchester United tidak pantang menyerah mendapatkan Messi, Daily Mail mengklaim bahwa pihak MU telah dua kali melakukan pendekatan pada Barcelona dalam tiga minggu terakhir. Tujuannya adalah untuk mencari tahu kemungkinan memboyong Messi ke Old Trafford.

Hanya saja, agenda transfer ini – jika memang mungkin – tidak bakal terlaksana musim panas nanti, melainkan musim berikutnya. Semua masih bakal harus menunggu apakah MU di bawah kepelatihan Jose Mourinho bisa lolos ke Liga Champions atau tidak.

Messi ke MU, berdasarkan klaim Daily Mail, bakal memecahkan rekor transfer £85,3 juta yang dibayarkan Real Madrid untuk menggaet Gareth Bale dari Tottenham. Itu tidak mengherankan.

Kontrak Messi di Barcelona berlaku sampai 2018. Bersama sang raksasa Catalan, superstar Argentina itu telah mengemas 453 gol dalam 531 pertandingan.

 

Manchester United tidak pantang menyerah mendapatkan Messi

Menurut Daily Mail, sumber-sumber terdekat Messi tidak menutup kemungkinan La Pulga hengkang dari Barcelona. Alasannya, dia merasa frustrasi dan sakit hati oleh perlakukan media-media Spanyol terkait skandal pajak yang membelitnya.

Itu artinya, Messi dan Ibrahimovic bisa saja berduet di MU pada musim 2017/18 mendatang. Sejauh ini, kemungkinannya sama sekali tidak tertutup rapat.

Kabar lainnya , Barcelona kembali menghadapi masalah akibat sikap mereka yang mengizinkan berkibarnya bendera separatis Catalan dalam pertandingan Liga Champions. UEFA pun menjatuhkan hukuman terhadap El Barca atas pelanggaran itu.

Partai separatis di Catalonia memang gencar melakukan kampanye mencari dukungan untuk melepaskan diri dari Spanyol. Mereka pun memakai semua cara, termasuk menggunakan Barcelona yang super populer di Catalan.

Tentunya kebebasan berpendapat dan berpolitik memang dijamin di Catalan dan Spanyol, namun sepakbola dilarang dicampuri dengan apa pun. UEFA menganggap tindakan Barca yang mengizinkan bendera separatis Catalan itu sebagai bentuk masuknya politik ke ranah sepakbola.

UEFA ingin menjaga kemurnian sepakbola dari unsur politik sehingga klub besar seperti Barca tidak akan ditunggangi kelompok tertentu untuk tujuan tertentu. UEFA pun mengganjar Barca dengan denda sebesar 150 ribu euro.

Tentu saja para petinggi Barca meradang dengan hukuman itu. Mereka menilai UEFA sudah membungkam kebebasan berpendapat mereka.